Skip to content

Rahasia sukses Superman

Superman mendapat judul buku komiknya yang pertama tahun 1939
Superman mendapat judul buku komiknya yang pertama tahun 1939

Peluncuran film Superman Returns menandai babak baru karir luar biasa sang super hero. Tapi apa sesungguhnya rahasia dibalik popularitasnya yang awet ini?

Lebih cepat dari peluru. Lebih kuat dari sebuah lokomotif. Oh, dan mampu meloncati gedung-gedung tinggal dengan sekali ayun.

Seekor burung kah? Sebuah pesawat kah? Bukan, ini Superman, pahlawan super dunia sepanjang masa.

Setelah hampir 70 tahun berperang demi kebenaran, keadilan dan Amerika, lelaki besi ini kembali ke layar lebar musim panas tahun ini.

Tapi sebenarnya, tentu saja, dia tidak pernah benar-benar pergi, penampilannya sebagai pemberani nampak jelas dalam berbagai buku komik, serial TV, film dan kartun yang sudah diputar.

Anda pasti hidup dibalik benteng kesendirian untuk tidak mengenal karya Joe Shuster dan Jerry Siegel ini, yang muncul pertama kali pada edisi pertama Action Comics tahun 1938.

Dan meski kita butuh ingatan setajam Lex Luthor untuk selalu mengingat sepak terjang Superman, ikon huruf S yang disandangnya selalu mudah diingat dimana saja.

‘Fantasi luar biasa’
Anita O’Brien, kurator Museum Kartun di London, menilai sukses Superman di Amerika adalah berkat statusnya sebagai mahluk luar.

“Bahwa dia berasal dari planet lain rasanya cocok betul dengan gaya Amerika karena negeri itu berpengalaman menampung banyak imigran,” katanya pada situs web BBC.

Christopher Reeve memainkan peran Superman dalam empat film
Christopher Reeve memainkan peran Superman dalam empat film

Namun menurut kritikus komik Amerika Danny Fingeroth, pantulan kesuksesannya justru mencapai jauh hingga keluar Amerika.

“Hal yang paling mengagumkan dari seorang pahlawan super adalah bahwa seseorang memiliki kekuatan luar biasa dan kemudian menggunakannya dengan bijak.

“Kalau anda memikirkan saat-saat Superman muncul, ditengah kebangkitan fasisme di Eropa sementara dunia masih dicengkeram oleh depresi besar, maka anda akan melihat bagaimana dia kemudian menjadi fantasi luar biasa.”

Sementara jagoan lain seperti Batman dan X-Men kadang-kadang digambarkan terluka atau rusak, Superman menawarkan sosok yang lebih ideal dari gambaran seorang pahlawan super.

“Superman berbeda,” kata O’Brien. “Ia bisa jadi siapa saja, hanya level nya lebih tinggi.”

‘Milik semua’
Sebagian orang menghubungkannya dengan istilah ‘Ubermensch’ atau ‘manusia super’, yang dieksplorasi oleh penulis Jerman Friedrich Nietzsche dalam karya filosofisnya Zarathustra.

Namun fakta bahwa penciptanya yahudi dan bahwa nama lahirnya adalah Kal-El, yang menyerupai kata dalam bahasa Ibrani berarti “suara Tuhan”, telah membuat banyak orang memandang Superman dari dimensi keagamaaan.

Saat pembuangan bayi Superman dari Krypton sebelum kehancuran planet itu, sering kali dibandingkan dengan kisah Nabi Musa.

Aktor Brandon Routh terpilih memerankan tokoh sang pahlawan dan mengenakan jubah legendarisnya
Aktor Brandon Routh terpilih memerankan tokoh sang pahlawan dan mengenakan jubah legendarisnya

Film Superman tahun 1977 malah menunjukkan perbandingan jelas terhadap keyakinan kristiani, dengan Jor-El (yang diperani Marlon Brando) mengirim “anak lelaki tunggalnya… untuk menunjukkan jalan” pada umat manusia.

Fingeroth, penulis buku yang akan terbit Disguised as Clark Kent: Jews, Comics and the Creation of the Superhero, mengakui mitos Superman memiliki “gaung pengetahuan relijius”.

“Tapi justru karena tidak secara langsung dihubungkan dengan satu agama atau kepercayaan tertentu itulah, maka kisah Superman menjadi sangat universal,” katanya.

“Sekali sesuatu dilempar pada khalayak, maka kemudian akan menjadi milik semua.

“Itulah hebatnya Superman: semua orang bisa berlindung dan mencari inspirasi darinya.”

Baik Fingeroth maupun O’Brien menyorot karakter dobel Superman dan alter-ego Clark Kent yang “rendah-hati”.

“Orang menyukai gambaran seorang yang kelihatannya biasa dan diacuhkan, yang kemudian bisa merubah dirinya,” kata O’Brien.

“Seolah-olah situasinya berkata ‘Kalau saja mereka tahu diriku sesungguhnya’,” tambah Fingeroth.

sumber : BBC Indonesia

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*