Skip to content

Analisa atas Foto==>Awan lurus dikawasan kuningan, JKT

Teman2 menanggapi informasi tentang gempa yang akan terjadi sehubungan dengan munculnya awan lurus dikuningan berikut ini ada kontranya..

If you fill your heart with regrets of yesterday ,and the worries of tomorrow,you have no today to be thankful for…

ANALISA TIM REKAYASA dari DIGITALWORKS STUDIO

(yang tidak dibayar oleh pemerintah sepeser pun dalam menganalisa berita ini)

Analisa FOTO

1. Pada tanggal 3 mei Pukul 4.30 WIB s/d 7.00.WIB, langit Jakarta agak mendung. Jadi mustahil langit bisa diambil gambarnya.

(catatan harian DigitalWorks Studio saat mempersiapkan shooting foto pada acara pernikahan di gedung Aneka Tambang).

Coba periksa pada tanggal tersebut di tempat-tempat yang biasa diadakan acara besar, mis; resepsi pernikahan. (Gedung Aneka Tambang, Gedung Granadi, dll) biasanya mereka memiliki catatan kejadian dan cuaca.
2. Digitalworks Studio telah menganalisa gambar foto pertama diatas :

. Dengan menguji tingkat satuan warna yang terdapat pada bagian genting rumah, maka dapat diketahui bahwa MATAHARI selalu dominan menyinari bagian depan genting, hal ini menandakan bahwa matahari selalu muncul dari depan genting. Sedangkan rumor tersebut mengungkapkan bahwasannya gambar diambil antara pukul 6 s/d 6.30 pagi. Padahal pada gambar tersebut matahari berada di belakang rumah.

. Berbeda dengan awan lainnya yang memiliki kombinasi warna yang banyak. Awan vertikal yang tampak pada foto memiliki kombinasi warna yang sangat sedikit, sehinga dimungkinkan bahwa awan vertikal tersebut adalah awan buatan.

. Dengan mengetahui awan tersebut adalah awan buatan, maka ada dua kemungkinan;

a. foto tersebut dibuat dengan menggunakan resolusi dan dimensi foto yang besar, kemudian awan tersebut diukir dengan menggunaan mouse biasa.

b. Foto tersebut dibuat dengan menggunakan resolusi dan dimensi foto standart, kemudian awan vertikal dibuat dengan menggunakan Pen-Mouse.

. Dua gambar diatas sudah pernah melalui fase enkripsi data Exif, namun hanya gambar kedua yang data exifnya masih ditampil. Hal ini biasa dilakukan pada foto-foto lama guna mendukung asumsi penanggalan peristiwa yang terjadi dalam foto lama tersebut.

. Pada foto pertama, gambar diambil dengan menggunakan kamera digital dengan kekuatan resolusi dibawah 4MP (Mega Pixel) hal ini dapat terlihat jelas dari kabel telpon yang melintang. Namun data exif pada foto pertama sengaja dihilangkan.

Dari foto ini disimpulkan :

Pembuat foto ini tingkat MENENGAH, ia tahu benar bagaimana mengenkrip data Exif,

Pembuat foto ini biasa browsing untuk mencari informasi gempa jogya

Pembuat foto ini belum paham mengenai pola warna Digital.

Pembuat foto ini ‘tahu’ bagaimana mengedit foto konvensional (standar) dengan program Photoshop

Pembuat foto ini berangkat dari rumah menuju kantor dengan menggunakan motor.

Analisa Kalimat BERITA :

1. “gue ngeliat bentuk awan berdiri tegal lurus vertikal membelah langit…gue pernah baca kalo itu tanda2 dari akan timbulnya gempa bumi..”

Padahal jika penulis tahu bahwa hal tersebut merupakan tanda akan munculnya gempa…kenapa dia masih nekat pergi kekantor?

2. “swear gue gak boong, Dan bentuk awan yg gue liat sama persis sama orang yg memfoto dari milist tetangga tersebut ”

Apa penulis berita ini tahu dimana si pengambil gambar (foto) awan tersebut tinggal?

Fakta mengungkapkan : Posisi awan akan jauh berbeda bentuknya setiap kita bergeser sejauh 10 Km. (Perhatikan bentuk awan jika anda berada di jalan bebas hambatan/TOL), padahal penulis bilang “…SAMA PERSIS…”, atau mungkin yang mengambil gambar tersebut adalah ketua RT-nya si penulis.

3. “…so Secepatnya kalo bisa kirim atau beritahu informasi ini kesemua orang yg lo kenal.. “,

Hal ini biasa dilakukan oleh seseorang yang ingin membuat isu dengan tegat waktu tertentu…padahal dia tahu, dia sendiri belum tentu mempersiapkan segalanya…

4. Beberapa kali penulis mengungkapkan kata “…orang milist ” tanpa menyebut nama “orang milis”tersebut, atau nama forum milis yang dia ikuti.

Dari sini dapat diketahui bahwa sumber tersebut tengah melakukan sebuah kebohongan, penulis saat menuliskan berita tersebut sedang dalam kebingungan dalam mencari sebuah nama email dan nama milis, karena takut tulisannya disanggah pemilik email atau tiba dimilis yang dimaksud.

5. “Selasa pagi, 3 Mei 2005 pukul 06.05 WIB ” maksudnya tulisan berikutnya adalah forward dari email orang lain (yang katanya dari milis)

tapi dimana tanggal 3 mei itu hari selasa? Jika tahun 2005 mungkin benar hari selasa, tapi bagaimana mungkin jamnya bisa bertepatan? (baiklah mungkin ini hanya kesalahan ketik)

6. “Kira kira mirip dengan awan yang ada kalau mau ada gempa.. seperti email berikut ini” penulis yang “katanya” mem-forward email dari seseorang di milis kemudian berusaha menutupi kebingungannya dengan tulisan ”

.seperti email berikut in.” yang dari sini padahal dapat terlihat kegugupannya dalam menulis.

7. “Kemarin di Fuji TV ada acara yang bagus banget tentang gempa. .”, ceritanya penulis email berikut menyaksikan siaran Fuji TV, tapi siapa penulis email ketiga ini?

8. “.Disitu dijelasin ..” bahasa ini adalah bahasa lokal Jakarta (GAUL),

dan dapat dimungkinkan penulis email ketiga, kedua adalah penulis email pertama yang menuliskan kata-kata “kemaren pagi tanggal 3 mei jam +/- 6 - 6.30 AM gue ngeliat.”

9. “Angin typhoon.”, jika ia benar dalam keadaan panik (karena gempa akan melanda) maka penulis tidak akan menuliskan TYPHOON, tapi “ANGIN TOPAN”

10. ” Tapi kalo gempa sama sekali nggak bisa diprediksi kapan akan terjadi…

Nggak ada penelitian yang bisa sama sekali tepat memprediksi gempa.

Itulah makanya gempa itu sangat berbahaya. ”

Penulis ini lupa padahal pada email sebelumnya dia katakan bahwa “.CNN berhasil mendeteksi Lempeng australia dan lempeng Asia akan bertabrakan, dan hal ini dapat mengakibatkan GEMPA”

11. “1.Mulai sekarang kalo jalan jangan suka nunduk…”

Penulis sudah mengalami kejenuhan dalam menulis hingga secara tidak sengaja ia menuliskan banyolannya…bahasa yang ia rekam dari sebuah milis “kelucuan” yang ia ikuti.

12. “17Januari ‘95.”

Silahkan Browsing di google dengan keywords “Gratest earthquake+kobe+japan”

13. “Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi.

Tapi belum tentu juga kalau ada awan seperti itu di langit berarti mau ada gempa.

Hebat! Penulis berani mengajukan bukti teoritis fisika dan kimia. Tapi, Penulis sudah benar-benar tidak konsisten dengan berita yang ia buat sendiri dengan mengatakan “.Tapi belum tentu juga.”

14. “Coba diuji medan elektromagnetis didalam rumah.”,

pada ujicoba elelktromagnetis penulis berusaha menggiring pembaca untuk menjauh dari perangkat yang sulit ditemukan dirumah, mesin fax, karena ia tahu betul kalau pesawat TV kadang “brebet-brebet “, sehingga pembaca akan terkesima dengan berita “MESIN FAX”, namun ia sendiri lupa bahwa ia dan pembaca hidup dekat sekali dengan perangkat yang menggunakan “jasa” medan Elektromagnetik terbesar! Handphone dan Komputer?!!

15. “Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu tetep nggak bisa memastikan kapan gempa terjadi.

Awan seperti itu keliatan di Kobe 8 hari sebelum gempa. Tapi di Niigata, awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum gempa Niigata Oktober 2004.” Sesuai hukum alam “Jika sesuatu kian membesar maka akan dihasilkan sesuatu yang besar pula”, penulis sekali lagi menyalahi teori “pakem” yang sudah ditetapkan.

Seharusnya jika hari pertama awan vertikan muncul di kobe, maka hari berikutnya akan lebih sering muncul awan vertikal lainnya sebelum hari ke 8.

Dari analisa berita disimpulkan :

Penulis adalah lulusan Sarjana berusia antara 32 - 37 tahun.

Penulis sudah berkeluarga dengan seorang anak.

Penulis biasa browsing

Penulis tinggal di jakarta antara 10 - 20 tahun

Analisa penelusuran Email :

Maaf untuk yang satu ini tidak bisa kami informasikan.

Hanya saja isu gempa ini berawal dari sebuah email yang di post ke sebuah milis.

Nama dan alamat IP, ID komputer, ID server sudah diketahui.

jadi bersiaplah untuk menerima GEMPA SUSULAN!

Analisa ini disusun oleh Tim REKAYASA dari Digitalworks Studio.

Di post pertama kali ke http://groups.yahoo/group/rekayasa dan http://groups.yahoo/group/sekolah-rekayasa

Original Posted

Subject: Awan lurus di atas kawasan kuningan, Jakarta !!! ^_^

Sekedar informasi,

Sebagaimana pemberitahuan BMG Jepang adanya awan lurus di Bantul - Jawa
Tengah tanggal 12 Juli 2006 akan terjadi gempa dan gelombang tsunami.

Oleh BMG Indonesia dianggap sepele, dan ternyata tanggal 17 Juli 2006 -
MENJADI KENYATAAN.

Sekarang kita perlu kembali waspada dan berpasrah diri, karena AWAN LURUS
KEMBALI TERLIHAT DI SEKITAR KAWASAN KUNINGAN - JAKARTA.

Kapan terjadinya - tidak ada yang dapat mengetahui…..

Info dari Sdr. Wahyu. Bagaimana tanggapan dari Moderator KBK Geologi ?

Kemaren pagi sekitar jam +/- 06:00 - 06:30 AM gue ngeliat bentuk awan
berdiri tegal lurus vertikal membelah langit…gue pernah baca kalo itu
tanda2 dari akan
timbulnya gempa bumi…krn gue gak ada camera atau hp camera jadi gue gak
bisa mengabadikan bentuk awannya, tapi untung ada salah satu orang dari
milist yg gue ikut ngeliat juga dan dia sempet Memfoto bentuk awan
tersebut…so, ini email salah satu milist-nya…swear gue gak boon

Dan bentuk awan yg gue liat sama persis sama orang yg memfoto dari milist
tetangga tersebut, dan posisinya juga sama persis yg dia bilang yaitu, dari
arah timur…jadi gue cuma ingin menyampaikan aja informasi ini, ya kalo
emang ternyata bener2 akan ada gempa setidaknya dengan adanya email ini gue
berharap kita semua udah siap2 dan berdoa, dan mempasrahkan diri sama ALLAH
SWT…so Secepatnya kalo bisa kirim atau beritahu informasi ini kesemua
orang yg lo kenal..thanks..mudah2an bermanfaat, kalo ternyata salah gue
minta maaf…

Keterangan…
1. Gambar yg ada di sebelah kiri (berwarna) adalah awan yg diambil sama
orang milist kemaren, dan bentuknya sama persis dengan bentuk awan yg gue
liat kemaren pagi.
2. gambar yg sebelah kanan (Tidak berwarna) itu contoh foto awan Dijepang
sebelum terjadinya gempa bbrp tahun yg lalu.

Selasa pagi, 18 Juli 2006 pukul 06.05 WIB

Guys, ada fenomena menarik pagi ini, awan tipis dengan posisi hampir tegak
lurus di langit arah timur laut. Ada yg sempat memperhatikan gak tadi pagi?
ini picnya. Kira kira mirip dengan awan yang ada kalau mau ada gempa…

Seperti email berikut ini..

CIRI CIRI GEMPA

Kemarin di Fuji TV ada acara yang bagus banget tentang gempa. Disitu
dijelasin apa penyebab gempa dan apa impact-nya. Bagi yang belum tau,
kayaknya informasi kayak gini penting juga untuk diketahui…

Gunung mau meletus masih relatif memungkinkan diketahui dari awal Lewat
pemantauan aktivitas perut gunung. Angin typhoon mau dateng juga Masih
memungkinkan dibaca arahnya dan Diukur kecepatannya. Tapi kalo gempa sama
sekali nggak bisa diprediksi kapan akan terjadi… Nggak ada penelitian yang
bisa sama sekali tepat memprediksi gempa. Itulah makanya gempa itu sangat
berbahaya.

Tapiiiiii…….. biarpun susah diprediksi, ada beberapa fenomena alam yang
patut dicermati dan bisa dianggap “alert” sebagai tanda akan adanya gempa.
Niih tanda-tandanya :

1.Mulai sekarang kalo jalan jangan suka nunduk. Liat-liat deh ke langit…
Kalau di langit keliatan ada awan yang bentuknya seperti angin tornado atau
seperti pohon atau seperti batang.. pokoknya bentuknya berdiri… bisa
dibilang itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi.
Liat deh gambar yang ada di attachment. Itu foto awan yang muncul di Kobe,
Jepang sebelum tragedi gempa besar Kobe 17Januari ‘95.

Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis
berkekuatan hebat dari dasar bumi, jadinya ‘menghisap’ Daya listrik di
awan.. makanya bentuk awannya jadi kayak tersedot kebawah.

Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat
adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi belum tentu juga kalau ada
awan seperti itu di langit berarti mau ada gempa. Bisa aja memang bentuknya
seperti itu. Naaah untuk tau apakah itu awan gempa atau bukan, coba liat no.
2

2. Coba diuji medan elektromagnetis didalam rumah.
- Cek siaran TV, brebet-brebet apa enggak
- Kalo ada mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi gak transmit
data.
- Coba suruh orang lain kirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang Diterima
brantakan atau enggak.
- Coba matiin aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala
redup/remang-remang biarpun nggak ada arus listrik.

Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking padahal lagi gak
transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap nyala Biarpun
gak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang
elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan gak Bisa
dirasa manusia.

Tapi belum tentu juga kalau ada awan gempa di langit dan ada gelombang
elektromagnetis luar biasa menandakan ada gempa. Untuk lebih memastikan
lagi, coba liat no. 3

3. Perhatikan hewan-hewan. Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”,
lari, atau bertingkah laku aneh/gelisah.. insting hewan biasanya tajam Dan
hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. Naaaaah kalo tiga
tanda-tanda itu ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah
bersiap-siap untuk evakuasi. Tiga tanda tersebut kemungkinan besar
menunjukkan kalo memang mau ada Gempa berkekuatan besar. Walaupun demikian,
adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu tetep nggak bisa memastikan kapan
gempa terjadi. Awan seperti itu keliatan di Kobe 8 hari sebelum gempa. Tapi
di Niigata, awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum gempa Niigata
Oktober 2004. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi… sebisa mungkin
langsung lakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang
paling buruk.

Kalo skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus
selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa
puluhan meter, bisa juga cuma dua meter. Tapi biarpun cuma 2 meter,
gelombangnya nggak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti nggak
habis-habis) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram. Beberapa tanda akan
terjadi gelombang tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut dan burung-burung
laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan.

Kalo liat dua tanda seperti itu, langsung selamatkan diri ke daerah yang
lebih tinggi. Tapi kalo nggak sempet lari sementara tsunami udah di di depan
mata, Jangan berlindung di balik bangunan yang terbuat dari tembok/beton
karena Bisa hancur dan malah membahayakan orang yang berlindung.

Sebisa mungkin berlindung di balik daerah rimbunan (pohon, tanaman,
semak-semak, rawa). Karena kekuatan gelombang jadi terpecah dan nggak
memusat kalau membentur semak.

Terakhir, jangan lupa berdoa sama pasrah….semoga kita dilindungi Allah.

Ya sudah, gitu aja… semoga informasinya bisa berguna.

One Comment

  1. Zahra wrote:

    Awan vertikal yang nampak sebelum terjadinya gempa di Yogya merupakan awan Cirrostratus yang termasuk ke dalam kelompok awan tinggi dengan ketinggian 6.000 - 18.000 km di atas permukaan laut. Awan ini berbentuk lembaran tipis yang tersusun oleh butiran es dan mampu menutupi keseluruhan langit dengan ketebalan beberapa ribu kaki. Awan ini terbentuk ketika lapisan udara yang terhampar luar terangkat oleh karena pemusatan dalam skala yang besar. Secara fisik, awan ini terjadi akibat adanya perubahan medan mangnet bumi. Jadi tidak ada suatu landasan ilmia yang dapat membuktikan bahwa awan ini merupakan tanda gempa bumi. Don’t worry. Waspada penting ttp terlalu juga akan jadi masalah.

    Posted on 09-Aug-06 at 1:21 am | Permalink