ke jakarta ? pernah sih.. dulu waktu kecil sempat tinggal juga di jakarta untuk beberapa lama karena orang tua emang gawe dan stay di jakarta. dulu waktu masih di sam-design pun pernah dua kali bolak balik jakarta untuk support kantor jakarta. kali ini, dengan alasan yang sama pula, aku berada di jakarta.
ada satu hal yang berbeda dari perjalanan dinas luar kali ini dengan perjalanan dinas luar lainnya yang pernah kujalani sebelumnya. naik pesawat terbang. :p
baru beberapa hari kemarin pesawat adam air yang hilang masih belum ditemukan, hari ini aku dapat tiket penerbangan untuk besok dengan maskapai penerbangan adam air pula.. wew… sempet ditanyain juga sih, mau gak pake adam air, yaa…. nggak papa lah.. hehe..
sorry, bukan sok pamer ato aku yang terlalu ndesit, tapi emang kenyataannya aku belum pernah ngerasain gimana rasanya naik pesawat terbang. dari sekian banyak alat transportasi umum yang ada diindonesia udah pernah kunaiki, mulai dari ojek, becak, dokar, mikrolet sampek kapal laut, kecuali yang namanya pesawat. emang jarang bepergian. so.. ya rada rada nerves gitu, hehehe… pernah sih nganterin temen ke bandara, itu pun cuman sebatas sampai di area check in penumpang saja. malah dibandara juanda yang baru sekarang, pengantar udah nggak boleh masuk di area check in.
karena takut salah dan ditipu orang, aku tanya ke temen prosedurnya tu kayak gimana sih.. bla bla blabla.. sialan, jadi bahan ketawaan juga. masa bodo, dari pada kesasar kena tipu orang. ;d
so.. dihari penerbangan, berangkat dari kost naek bluebird (nggak srek kalo nggak pake yang satu ini) langsung meluncur ke area bandara yang baru. kebetulan beberapa waktu lalu barusan nganterin kepiting ke bandara nemuin ayam yang mau boarding ke jakarta, jadi nggak begitu takut disasarin sama supirnya. malah bisa ngobrol banyak sama supirnya, tukar info soal kehidupan para supir taksi.
kasian juga mendengarnya. meski memiliki brand yang cukup kuat, selalu melayani tamu (sebutan bagi para penumpang bb) dengan menuntut supir untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tapi sang supir sendiri masih belum mendapatkan pelayanan (kesejahteraan) yang terbaik dari perusahaan.
mobil yang digunakan, menurutnya adalah sistem sewa. jika terjadi apa apa pada mobil tersebut, sang sopir yang menanggungnya melalui pemotongan skor / nilai yang pada akhirnya berbuntut pada pemotongan gaji mereka. belum lagi tentang bensin yang musti beli sendiri, nggak ada asuransi, serta poin poin lain yang bisa jadi selalu ada pada slip gaji kita, tapi tidak ada pada slip gaji mereka. “ya gimana lagi mas…”, ujarnya penuh harap atas kesejahteraaan yang lebih baik.
aku sendiri nggak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara supir dan armada mereka. mungkin bisa saja supir berbohong, tapi bisa saja dia jujur dengan apa yang dikeluhkannya. catatan kecil dari seorang supir taksi dari armada yang sudah cukup terkenal, blue bird.
***
then… sampek bandara aku langsung dianterin ke area penerbangan domestik oleh sang supir yang kelihatannya sudah mulai akrab denganku. seteleh bayar ongkos taksi, aku menuju ke loket loket armada penerbangan di area penerbangan domestik.
“adam air”. cari adam air. warna orange ngejreng dengan paduan hijau muda. rada norak mungkin ya warnanya, hehe..
begitu nemu logo adam air besar, aku langsung mendekati loket, melihat beberapa orang mengantri di depan loket. baru saja mendekat, orang disekitar mulai menyerbuku..
“ke mana mas ? ke jakarta ? ” seorang berpakaian rapi menyapa ramah. aku mengangguk. “ikut saya, segera berangkat mas..” he ? apa maksudnya ? rada ragu aku mengekor juga dibelakangnya yang mendekati pintu masuk sambil ngeliat jam yang sepertinya aku terlambat. boarding ditiket yang aku pengang tertulis 11.35. mustinya aku check in maksimal 45 menit sebelum jam tersebut. sementara sekarang sudah jam 11.10. bagaimana itu prosedur chek in, aku sendiri masih bingung, hehe..
beberapa detik kemudian, aku sadar, jangan jangan orang tadi itu calo. aku langsung menahan langkah kakiku, berbalik sambil pura pura menelfon temen. sang calo sepertinya ngotot memaksa aku untuk segera masuk melintasi dua petugas di depan pintu masuk. “sebentar, pak..”
aku telfon temenku mastiin prosedur chek in itu kek apa sih, masi bingung. sementara temenku njelasin di telfon, sang calo masih berusaha meyakinkanku, “tiketnya sudah habis, mas. anda lihat sendiri kan”, ujarnya sambil menunjuk selembar informasi yang diisolasi di kaca loket counter adam air. aku tetep cuek, “saya sudah punya tiket, pak” ujarku sambil ngikutin petunjuk temenku untuk segera masuk aja ke dalam, check in nya di dalam, bukan di loket counter tadi.
ya elaa.. tinggal masuk aja, kasih tiket ke petugas, lalu masuk chek in ke dalam.. lha.. kukira loket tadi tu buat check in.. ternyata….
ya udah, sambil tetep dengerin panduan dari temen di hp, di depan pintu karcis kukasikan ke petugas lalu diberikan lagi ke aku.. dan aku masuk.. sampek di pintu masuk, ada pemeriksaan barang bawaan.. aku yang nyelonong aja masuk ditegur petugas..
“permisi, tasnya…”
“oh, sorry..” tas musti discreening dulu..
begitu masuk.. temenku dah kelar ngasih panduan, aku nyari loket adam air. nggak lama langsung ketemu.. sudah sepi sih.. aku kasihkan tiketku.. penjaganya terlihat malas dan muka rada masam.. memberi petunjuk aku supaya langsung menuju kesalah satu tempat. aku langsung menuju ke tempat yang dituju dan menyerahkan tiket.
“ada bagasi, pak?”
“nggak ada”
tiketku langsung diperiksa, kemudian dicetak pada bagian tertentu, yang akhirnya kutau yang dicetak adalah informasi tentang nama penumpang, nomor penerbangan, kelas, tanggal, boarding time, asal dan tujuan, nomor tempat duduk dan gate/pintu keberangkatan pesawat. meski masih bingung juga.. petugas memberi tahu sebuah nomor gate ..
“Silahkan, di gate 6″ ujar petugas sambil menunjuk ke sebuah arah.
“terima kasih..”
langsung bergegas ke arah arus penumpang lainnya yang menuju ke suatu tempat.. pasti itu.. menuju ke sebuah eskalator, ada petugas pajak menghadang. untung disitu ada informasi jelas tentang pembayaran pajak sebesar 30K. setelah tiket ditambahi selembar kertas tanda bayar pajak, aku langsung mengikuti eskalator ke atas, noleh kiri kanan mencari gate 6.
sempet salah menuju ke gate lain, akhirnya ketemu juga gate 6. sebelum masuk, ada screening barang bawaan lagi. sampai di dalam ruang tunggu.. ternyata sudah ada banyak penumpang yang menunggu.. aku pun langsung mencari tempat duduk yang masih kosong dan melepas sedikit penat sambil menikmati seisi ruangan …
disela sela menunggu keberangkatan pesawatku, penumpang adam air lainnya dengan tujuan berbeda sempat berangkat lebih dahulu.. dengan tetap memfokuskan diri pada setiap informasi yang diperdengarkan, aku mengingat ingat nomor penerbanganku, KI0193.
***
sekitar jam dua belas, baru diinformasikan pesawat dengan penerbanganku sudah dipersiapkan untuk naik pesawat.. wew.. first fligh..
setelah mengantri di pintu keluar menuju pesawat, tiket diminta oleh petugas, kemudian disobek, lalu diberikan kembali sisi lainnya. setelahnya, ada petugas yang memberkan sebuah brosur dan card dalam kemasan plastik kecil. lalu aku masuk ke sebuah lorong yang moveable menuju ke pintu masuk pesawat. soo… seperti ini ya.. ic..ic…
begitu masuk pesawat, langsung disapa ramah oleh pramugara dan pramugari. aku sendiri tak begitu kesulitan menemukan tempat dudukku yang tertera di tiket. harapanku untuk dapat tempat duduk ditepi jendela (fav tempat duduk selain di depan), ternyata nggak terkabul. 15B, dapet dibagian tengah lambung pesawat, dan lajur tengah deret kursi. sudah ada dua orang cowok mengisi tempat duduk disebelah kiri kananku.
sebelah kiri tepi jendela, mungkin masih seumuran aku, dengan wajah aktifis mahasiswa gitu.. sepertinya sudahpernah naik pesawat sebelumnya… sementara sebelah kanan sudah berumur dengan kepala botak sangar seperti tokoh di film action gitu.. hehe.. sepertinya yang satu ini sudah sangat sering naik pesawat, mungkin….
semoga menjadi penerbangan yang menyenangkan…
beberapa lama setelah penumpang masuk semua, ada pemberian informasi tentang pengenalan sekilas para awak dan kru kapal serta tentang penyelamatan diri. dua pramugari memperagakan instruksi instruksi penting tentang keselamatan penumpang, mulai dari menggunakan sabuk pengaman sampai teknik menyelamatkan diri jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
seat 15B, ternyata bertempat di depan persis pintu keluar darurat. serorang pramugara memastikan apakah kami bertiga yang duduk di seat 15, bersedia untuk membuka pintu darurat jika diperlukan. aku sih dengan mantab menjawab iya, sementara orang disebelah kananku menjawab asal asal.. sebelah kiri.. nggak begitu jelas suaranya..
setelah pramugara selesai memberikan instruksi, aku sempatkan membaca lembaran lembaran yang ada di depanku (dibelakang kursi baris depanku).
ada satu lembar instruksi membuka pintu darurat (hanya ada di seat depan pintu darurat) serta selembar instruksi instruksi standart keselamatan lainnya (ada disetiap seat). kemudian ada katalog produk yang dijual di pesawat ..
halaman depan depan menjual produk produk sejenis kosmetik, kemudian stasionary, kaos, bantal kecil, mug, serta makanan dan mintuman. setelah buka buka, ada yang menarik perhatianku.. lumayan buat kenang kenangan pikirku.. kebetulan aku juga lagi butuh.. organiser..
***
well.. sebentar lagi pesawat mau take off.. kalo selama ini tau tentang pesawat cuman dari coba coba main game fligh simulator, saat ini aku benar benar merasakannya.
perlahan pesawat mulai menaikkan enginenya dan bergerak perlahan. rasanya.. ? um.. kayaknya masih nyaman naik “cikar” di jalan aspal deh… ;d apa karena pesawatnya adam air kali ya, barang lama.. hehhe..
pesawat berjalan perlahan lahan menuju ke runway untuk take off. muter muter, jadi rada bingung ini lagi menghadap kemana….
setelah guide memastikan para penumpang untk mematikan hp selama perjalanan, deru mesin pesawat mulai menaik dan terkesan bising. pesawat bersiap siap untuk take off..
pesawat melaju lurus perlahan dengan percepatan yang terus meningkat. benar.. rasanya masih lebih nyaman naik cikar, apalagi dokar.. deritan bunyi besi besi badan pesawat terkadang masih terdengar. kasarnya lentingan pegas pesawat terasa sekali di kursi.
kecepatan semakin tinggi dan makin tinggi sementara bunyi mesin juga makin tinggi. detik detik ini rasanya nggak ingin kulewatkan…
mataku terus memandang ke arah jendela luar pesawat memastikan apa yang sedang terjadi. dengan sedikit perubahan dari pergerakan didarat yang kasar, kurasakan horizontal pemandangan diluar jendela sudah menyudut… benar benar kucoba untuk merasakan apa yang tengah ..
wew.. nice.. not bad.. begitu pesawat sudah benar benar meninggalkan landasan, pesawatku sudah mencapai ketinggian. deru mesin masih terdengar berisik ditelinga meski tidak terlalu bising.
pandanganku masih tak lepas dari pemandangan di luar jendela sambil sesekali melirik pada penumpang disampingku yang dari tadi memejamkan mata. awan awan putih yang tadinya berada di atasku, kini ada di sebelahku. putih bersih. sayang nggak awa kamera.
beberapa menit kemudian, sepertinya pesawat melakukan heading yang cukup tajam ke arah 270. sedikit bisa kurasakan saat kubandingkan posisi dudukku yang sekarang dengan sebelumnya, seperti ada dorongan ke samping kiri. setelah aku ngeliat pemandangan di luar jendela, horizontal bumi udah nggak jelas… wew.. cool…
biasanya muter muter di flight simulator tanpa bisa merasakan yang sesungguhnya, kali ini diputer puter sama pilotnya dan benar benar kurasakan..
***
keseringan melihat pemandangan di luar jendela membuat mataku silau dan kabur jika kugunakan untuk memandang di dalam area pesawat. kusibukan diri membaca lembaran lembaran yang ada didepanku serta brosur dan card yang diberikan oleh petugas tadi.
brosurnya ternyata berisi penawaran untk menjadi member salah satu produk terkait dengan sewa kamar hotel. dengan mengaktifkan member card yang diberikan tadi, card tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan harga sewa kamar yang lebih murah dari pada biasanya. disebutkan juga dibrosurnya perbandingan harga yang ditawarkan produk tersebut dengan harga normal. memang ada beda harga yang lumayang signifikan, bisa sampai 30-40%
sementara itu, orang orang disekitarku pada sibuk dengan aktifitasnya masing masing, tidur atau pura pura tidur. katanya kalo pada ketinggian bikin sakit telinga ? aku sendiri tidak merasakan rasa sakit di telinga. biasa saja.. mungkin seperti layaknya kita naik gunung, tekanan pada telinga akan berbeda.
surabaya - jakarta, katanya tadi bakal ditempuh selama satu jam-an. waktu yang lumayan membosankan jika hanya digunakan untuk berdiam diri.
pesawat masih sibuk dengan suara berisiknya. awan awan yang tadi berada di sebelahku, kini berada di bawahku. memang cantik pemandangan di luar. andai bawa kamera yang ok, bisa dijadikan stok shoot. meski bebreapa kali pesawat terasa seperti belok, pemandanan didalam pesawat dan luar pesawat terkadang terlalu aneh untuk didefinisikan ..
di menit menit ke 50 setelah take off, kurasakan telingaku mulai sakit. seperti ada tekanan yang kuat. makin lama terasa makin sakit, terutama yang sebelah kanan. fiuh.. lumayan lama juga sakitnya.. sepertinya pesawat mau landing.. dari ketinggian menuju ke darat, memberikan tekanan yang berbeda pada udara di luar dan di dalam pesawat. apakah ada tekanan yang bocor sehingga membuat rasa sakit ditelinga..
di seat lain, bocah kecil yang dari tadi merengek rengek, kini mulai menangis. mungkin merasakan kesakitan yang sama sepertiku. sementara penumpang lain disekitar tempat dudukku, terlihat memejamkan mata, entah tidur atau pura pura menahan sakit..
duh, makin lama makin sakit… gimana neh.. sampai-sampai aku memastikan apakah telingaku tidak berdarah dengan mengusap menggunakan jari tangan. kampungan banget ya ? haha…
pesawat mulai mendekati daratan.. dan perlahan lahan turun ke tanah… wew… rasanya… yaa..seperti pertama kali waktu mau take off… hanya saja saat ini telingaku terasa sakit..
makin lama laju pesawat semakin melambat dan berjalan merambat mendekati tempat penurunan penumpang, hingga berhenti. para penumpang pun antri untuk turun..
my first fligh berhasil landing dengan sukses.. cie… sampai kaki menginjakkan tanah bandara soekarno hatta. jakarta.. akhirna….
kemudian aku mengikuti arus penumpang yang turun lainnya, menuju masuk ke bangunan bandara, sambil memastikan diri menemukan tulisan exit.
setelah menaiki tangga… kemudian masuk lorong yang menurun.. sampai pada lorong yang terpisah menjadi dua kiri dan kanan karena ditengah tengah ada kamar kecil, kemudian lorong menjadi satu lagi.. dan menemui pertigaan, ke kiri dan kekanan. sepertinya exit yang sebelah kiri..
setelah jalan beberapa langkah, memang itu jalan keluar untuk penerbangan domestik. terbukti disebelah kanan ada pintu keluar serta sebelah kiri ada tempat pengambilan barang dari bagasi. karena aku hanya membawa tas dipunggung tanpa bagasi, aku bergegas ke pintu keluar yang sebelumnya aku sempetin diri mengganti hp cdmaku dengan kartu fren yang kubeli di surabaya sebelum berangkat.
3 Comments
jeileh …. areke mlaku-mlaku :p
sakitnya telinga waktu naik pesawat sebenernya bisa diakali dg 2 cara:
yg pertama, makan permen. jaman dulu waktu tarip pesawat masih mahal penumpang pasti dikasih permen (dan jajan) menjelang take off. tapi jaman sekarang kayaknya mbuh yo hehe :p
kalo yg kedua lebih simple, kalo nggak dikasih permen ya akal2an buka mulut aja (mangap).
konon teorinya gini: kan telingan itu ada bagian ruang/rongga luar dan dalem. trus kalo manusia ngalami perbedaan tekanan udara, rongga dalemnya jadi sakit karena tertekan. nah supaya tekanan bisa balance dg rongga luar, boleh coba buka mulut. sebab dari rongga dalem telinga itu ada saluran kapiler ke rongga mulut (lupa namanya, kalo ga salah eustachius). ini yg bermanfaat mbuang tekanan di dalem telinga ke mulut. mulut perlu terbuka supaya bisa balance dg tekanan luar.
yo wes mbuh lah, pokok’e kurang lebih ngono iku… :p
iyo ngono iku deh.. koyoke aku yo wis tau diduduhi ambi sopo lali aku..
tapi pas aku muleh kae kan bengi.. lha sedino wis kuesel.. dadine ngantuk ongap angop.. malah ra popo… hehehe…
Post a Comment